Jumat, 22 Juli 2011
kejora cemburu..
kulihat dirimu dan ku mengerti kau lah gadis datang dari mimpi, sejenak menyapaku dan memberi arti serupa Dewi Sri membelai anak2 awan yg berarak laksana Drupadi bernyanyi dengan daun yang berserak begitu anggun dirimu betapa lembut tutur katamu tak pelak malam enggan melaju..lihatlah kejorapun cemburu melihatmu..
ketika malaikat
ketika malaikat bersenandung, aku terduduk menyulami rindu,ku dengar desir angin menyanyikan risalah duka,dan hujan menjadi tabir penutup hati, meresahkan galau di hari2 sepi, membuat ku melangkah sejauh lelah, bersiap membawa ku melayang,tapi bagaimana aku kan terbang??ketika sayap cinta tlah kau patahkan..
gerimis ini..
gerimis ini..
membawaku pada nyanyian rindu, rindu padamu yg memaparkan keajaiban hati, menorehkan sejuta mimpi di awang, terkesima bak arjuna jatuh dalam peluk sembadra, menjuntai kemesraan selayak genggaman erat rama dan sinta..sejauh itu halusinasiku, yang terbatasi ruang waktu, hanya ku sadari engkaulah cintaku yang suci..
membawaku pada nyanyian rindu, rindu padamu yg memaparkan keajaiban hati, menorehkan sejuta mimpi di awang, terkesima bak arjuna jatuh dalam peluk sembadra, menjuntai kemesraan selayak genggaman erat rama dan sinta..sejauh itu halusinasiku, yang terbatasi ruang waktu, hanya ku sadari engkaulah cintaku yang suci..
ku kirim
ku kirim sepucuk surat kepada Tuhan,memohon di izinkannya ku memutar waktu saat2 kau berada di sisi hidup ini..di setiap helai nafas ini..ku titipkan salamkepada Tuhan,memintannya menghapus air mata rindu, mengisi ketiadaan ruang kebeningan yang terpaku membiru.ku berjanji kepada Tuhan tuk menemuinya di sepertiga malam berkeluh kesah dengan Nya, tentang kasihku jauh terlelap berselimut sayap2 malaikat..rinduku Ya Rabb seperti rindu embun kepada mentari pagi sangat ingin bertemu walaupun itu menjadikannya tiada..
hampar senyum
dihamparan senyummu, wangi beludru bersua tin dan zaitun..di ujung malammu, gugusan bintang berserak seperti ababil berhambur dari sudut jagad..demi seuntai doa di tasbihmu dan peluk jibril di ujung lelahmu biarkan kasturi memancar dari langit biarkan degub jantung berdendang, bercumbu diantara melati sukma..
seandainya..
seandainya bisa kau intip hatiku, akan ada taman megah..firdaus dengan air kelana..dengan musim semi yg tak berakhir jua..gemersik rindu dan dawai romansa..bercerminlah di kautsar, kau kan mengerti keagungan rahasia sang pemeluk hati ini..dan bermimpi indahlah dalam singgasana adam dan hawa..
masa lalu..
aku pernah meletakkan embun di selembar daun, keesokan paginya aku dapati hanya tiada, seperti itulah perjalanan masa lalu yg gelap meskipun teringat tapi bukan untuk diratapi, karena sudah musnah..
Langganan:
Postingan (Atom)